Demo Image
Fogging di Desa Canggu

Fogging di Desa Canggu

Awal januari 2025 kru Uptd Puskesmas Kupang melakukan fogging di desa canggu . Apakah itu Fogging ???

Fogging: Pengertian, Tujuan, dan Prosedur

1. Apa Itu Fogging?
Fogging adalah metode pengasapan yang digunakan untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa, khususnya jenis nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyakit demam berdarah dengue (DBD). Fogging dilakukan dengan menyemprotkan larutan insektisida dalam bentuk asap menggunakan mesin khusus. Tujuannya adalah untuk membunuh nyamuk dewasa yang dapat membawa virus penyebab DBD.

2. Tujuan Fogging
Fogging bertujuan untuk:

  • Mengurangi populasi nyamuk dewasa, terutama di daerah yang terdapat kasus demam berdarah.
  • Memutus rantai penularan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
  • Melindungi masyarakat dari risiko wabah penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, dan zika.

3. Jenis Fogging
Ada dua jenis fogging yang biasanya dilakukan:

  • Fogging fokus: Dilakukan di area terbatas, seperti sekitar rumah pasien DBD, dalam radius tertentu (biasanya 100 meter), dan hanya dilakukan bila ditemukan kasus positif.
  • Fogging massal: Dilakukan di area yang lebih luas, biasanya saat terjadi wabah demam berdarah di suatu wilayah.

4. Prosedur Fogging
Fogging dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Identifikasi lokasi: Fogging dilakukan di wilayah yang telah terdeteksi adanya kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti DBD.
  2. Pemberitahuan kepada masyarakat: Sebelum fogging, petugas biasanya memberi informasi kepada warga untuk menyiapkan lingkungan rumah.
  3. Pelaksanaan fogging: Insektisida disemprotkan menggunakan mesin fogging di area yang menjadi tempat perindukan nyamuk, seperti saluran air, taman, dan tempat gelap lembap lainnya.
  4. Pengawasan: Setelah fogging, petugas akan mengevaluasi apakah kegiatan ini efektif dalam mengurangi populasi nyamuk.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Fogging

  • Tutup makanan dan minuman: Asap insektisida dapat berbahaya jika terkontaminasi pada makanan atau minuman.
  • Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan: Pastikan mereka tidak berada di area fogging selama proses berlangsung.
  • Masuk kembali setelah beberapa waktu: Biarkan asap mengendap beberapa saat sebelum kembali ke area yang telah difogging.

6. Kelebihan dan Keterbatasan Fogging

  • Kelebihan:
    • Efektif membunuh nyamuk dewasa secara cepat.
    • Dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit dalam waktu singkat.
  • Keterbatasan:
    • Tidak membunuh larva atau telur nyamuk, sehingga tidak menghilangkan sumber masalah secara permanen.
    • Jika tidak dilakukan dengan benar, fogging dapat menyebabkan resistensi nyamuk terhadap insektisida.
    • Asap insektisida dapat menimbulkan gangguan pernapasan bagi manusia dan hewan jika terpapar secara langsung.

7. Pencegahan Selain Fogging
Fogging sebaiknya dilakukan bersamaan dengan langkah pencegahan lain untuk mengendalikan populasi nyamuk, seperti:

  • 3M Plus:
    1. Menguras tempat penampungan air secara rutin.
    2. Menutup rapat penampungan air.
    3. Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat bertelur nyamuk.
    • Plus: Menggunakan kelambu, obat nyamuk, dan mencegah gigitan nyamuk dengan lotion anti nyamuk.
  • Pembersihan lingkungan: Pastikan lingkungan sekitar bersih dan bebas genangan air.
  • Penggunaan larvasida: Taburkan larvasida pada tempat yang sulit dikuras untuk membunuh jentik nyamuk.

8. Kesimpulan
Fogging adalah salah satu metode pengendalian nyamuk yang efektif untuk jangka pendek, terutama dalam mencegah penyebaran penyakit. Namun, fogging bukan solusi tunggal. Pencegahan melalui kebersihan lingkungan dan pengendalian sumber nyamuk lebih penting untuk mengurangi risiko penyakit secara berkelanjutan.

 

 

 

4o

@ Designed By Dinas Komunikasi & Informatika Kab. Mojokerto