Demo Image
Survei Status Gizi Indonesia

Survei Status Gizi Indonesia

Survei Status Gizi Indonesia yg di laksanakan di 9 desa UPTD Puskesmas Kupang..kali ini bertempat di desa Canggu.. apa itu Survei Status Gizi Indonesia???? Survei Status Gizi Indonesia adalah kegiatan pengumpulan data untuk menilai kondisi gizi individu atau kelompok dalam suatu populasi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat gizi masyarakat, mengidentifikasi masalah gizi yang ada, serta menentukan intervensi yang diperlukan untuk memperbaiki status gizi.

Tujuan Survei Status Gizi

1. Menilai kondisi gizi: Mengidentifikasi tingkat kekurangan atau kelebihan gizi.


2. Mengukur prevalensi masalah gizi: Misalnya, stunting (kerdil), wasting (kurus), atau obesitas.


3. Merencanakan program gizi: Memberikan dasar untuk intervensi dan kebijakan gizi.


4. Memantau tren perubahan gizi: Membandingkan hasil dari waktu ke waktu untuk melihat dampak program yang telah dilaksanakan.

 

Metode Survei

1. Antropometri:

Mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), atau lingkar pinggang.

Indikator utama: Stunting, wasting, underweight, dan obesitas.

 

2. Pemeriksaan biokimia:

Analisis darah, urin, atau sampel lain untuk mengukur kadar zat gizi seperti hemoglobin (anemia), vitamin A, atau zat besi.

 

3. Asupan gizi:

Menggunakan metode 24-hour recall atau food frequency questionnaire untuk mengetahui pola makan.

 

4. Kesehatan klinis:

Melihat tanda-tanda fisik defisiensi gizi seperti rambut rontok, kulit kering, atau pembengkakan.

 

5. Data sosioekonomi:

Mengumpulkan informasi terkait kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang berhubungan dengan status gizi.

 


Indikator Utama

1. Stunting: Tinggi badan menurut usia yang lebih rendah dari standar.


2. Wasting: Berat badan menurut tinggi badan yang rendah.


3. Underweight: Berat badan menurut usia yang kurang.


4. Obesitas: Berat badan berlebih dibandingkan dengan tinggi badan.


5. Defisiensi mikronutrien: Kurangnya vitamin atau mineral tertentu seperti anemia akibat kekurangan zat besi.

 

 

@ Designed By Dinas Komunikasi & Informatika Kab. Mojokerto